­­MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR
DEMOGRAFI PENDUDUK  KECAMATAN JATISAMPURNA  KABUPATEN JATISAMPURNA KOTA BEKASI PROVINSI JAWA BARAT

Disusun oleh
Gerald Abner L
52418886



TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018



KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan lindungan-Nya penulis mampu menyelesaikan makalah yang berjudul “Demografi Penduduk Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi ” dengan tepat waktu.
Penyusunan makalah ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar. Diharapkan melalui penyusunan tugas ini, tugas tersebut  dapat terpenuhi, dan penulis dapat lebih memahami materi yang selama ini telah dipelajari dengan mempraktekkan dan  mewujudnyatakan materi-materi tersebut dalam suatu karya nyata yaitu dengan terselesaikannya penyusunan tugas ini.
Kiranya dengan terselesaikannya penyusunan tugas  ini, dapat memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar, dan dapat memberikan manfaat kepada para pembacanya, serta dapat memberikan inspirasi bagi penulis yang lain.






Depok, 23 Oktober 2018


Gerald Abner Lintuuran

           

DAFTAR ISI
Kata Pengantar                                                                                             1
Daftar Isi                                                                                                        2
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang                                                                              3
1.2  Rumusan Masalah                                                                         4
1.3  Tujuan Penulisan                                                                           4
BAB II PEMBAHASAN
            2.1 Pengertian Ilmu Sosial Dasar.
            2.2 Perbedaan dan Persamaan Ilmu sosial Dasar dengan Ilmu
                  Pengetahuan Sosial
            2.3 Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar
            2.4 Pertumbuhan Penduduk
            2.5 Penjelasan Piramida Penduduk
            2.6 Rumus Tinkat kematian Kasar,Khusus, dan kelahiran
            2.7 Pengertian, Macam-Macam, Proses,dan Akibat
            2.8 Kebudayaan dan Kepribadian
BAB III PENUTUP
            3.1 Kesimpulan
            3.2 Saran
            3.3 Daftar Pustaka


           


           



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Kata demografi berasal dari kata bahasa Yunani, “Demos” yang berarti adalah rakyat atau penduduk dan graphien yang berarti menggambar atau menulis. Oleh karena itu, demografi dapat diartikan sebagai tulisan atau gambaran tentang penduduk , terutama tentang kelahiran, perkawinan, kematian dan migrasi. Demografi meliputi studi ilmiah tentang jumlah, persebaran geografis, komposisi penduduk, serta bagaimana faktor faktor ini berubah dari waktu kewaktu. Istilah ini pertama kali dikemukakan oleh Archille Guillard.
            Pertumbuhan penduduk yang meningkat berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Pengetahuan tentang aspek-aspek dan komponen demografi seperti fertilitas, mortalitas, morbiditas, migrasi, ketenagakerjaan, perkawinan, dan aspek keluarga dan rumah tangga akan membantu para penentu kebijakan dan perencana program untuk dapat mengembangkan program pembangunan kependudukan dan peningkatan ksesejahteraan masyarakat yang tepat pada sasarannya.
            Masalah utama yang dihadapi di bidang kependudukan di Indonesia adalah masih tingginya pertumbuhan penduduk dan kurang seimbangnya penyebaran dan struktur  umur penduduk. Program kependudukan dan keluarga berencana bertujuan turut serta menciptakan kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi seluruh masyarakat melalui usaha-usaha perencanaan dan pengendalian penduduk. Dengan demikian diharapkan tercapai keseimbangan yang baik antara jumlah dan kecepatan pertambahan penduduk dengan perkembangan produksi dan jasa.






1.2 Rumusan Masalah
            A. Apa pengertian dari ilmu sosial dasar?
            B. Apa tujuan dari ilmu sosial dasar?
C. Apa saja perkembangan terutama pada aspek ekonomi pada penduduk di kecamatan Jatisampurna kabupaten Jatisampurna provinsi Jawa Barat?
1.3 Tujuan Penulisan
            A. Mengerti dan memahami pengertian dari ilmu sosial dasar.
            B. Mengerti dan memahami tujuan dari ilmu sosial dasar.
            C. Mengerti dan memahami perkembangan terutama pada aspek ekonomi pada penduduk di kecamatan Jatisampurna kabupaten Jatisampurna provinsi Jawa barat.


BAB II PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Ilmu Sosial Dasar
Ilmu sosial dasar adalah pengetahuan yang membahas masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti : sejarah, ekonomi, geografi, sosial, sosiologi, antropologi, psikologi sosial.
Secara umum dapat dikatakan ilmu sosial dan budaya dasar merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah sosial manusia dan kebudayaan. Istilah ISBD dikembangkan pertama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari
ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

2.2   Perbedaan dan Persamaan Ilmu sosial Dasar dengan Ilmu
 Pengetahuan Sosial
Ilmu sosial dasar adalah ilmu yang didasari berdasarkan suatu nilai dalam berkependudukan yang bertempat di suatu Negara. Bisa dengan cara menilai, menyimpulkan, dan juga menganalasis suatu permasalahan yang ada di sekitarnya, menggunakan suatu nilai yang  terpenting dalam ilmu sosial dasar. Nilai penting dalam ilmu sosial dasar yaitu fakta, konsep, dan teori, semua nilai tersebut diambil dari sejarah, ekonomi, geografi sosial,sosiologi, antropologi, psykologi sosial.sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial lebih diartikan dengan “penelaahan atau kajian tentang masyarakat”. Ilmu Pengetahuan Sosial itu sendiri mempunyai arti ilmu yang mempelajari tentang hubungan social di dalam bermasyarakat. Ilmu Pengetahuan Sosial juga mengajarkan kita dalam berinteraksi yang baik dengan masyarakat sekitar. Misalnya, kita harus menghormati orang yang lebih tua, berbicara dengan bahasa yang baik dan benar, dan bersikap sopan santun.
2.3. Ruang Linkup Ilmu Sosial Dasar
Materi Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Untuk dapat memecahkan masalah-masalah sosial, hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengindentifikasi kenyataan-kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu :

1.      Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama  merupakan masalah sosial tertentu.
2.      Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial.
3.      Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan lainnya saling berkaitan.
sering kali terjadi saat ada suatu krisis masyarakat, dan suatu krisis terjadi        karena banyak orang merasa tidak puas karena mereka melihat kekurangan-kekurangan yang ada di sekelilingnya.
2.4 Pertumbuhan Penduduk
BPS Pertumbuhan Penduduk Kota Bekasi
           









2011: 2,453,328                                                          2015: 2,733,240
2012: 2,523,032                                                          2016: 2,803,283
2013: 2,592,819                                                          2017: 2,873,484
2014: 2,663,011                                                          2018: 2,943,859
Pertumbuhan Penduduk Dunia



2.5 Penjelasan Piramida Penduduk
1. Piramida Penduduk Muda (Expansive)
 










     

Digambarkan seperti Limas. Pemahamanya mudah, jadi di suatu daerah terdapat angka kelahiran yang tinggi dan angka kematian yang rendah yang menyebabkan penduduk yang berumur muda banyak. Biasanya terdapat di negara berkembang seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, India.

2. Piramida Penduduk Stasioner (Granat)

 










Piramida Stasioner itu merata, sehingga ada yang menyebutnya sebagai bentuk granat. Pada piramida ini tingkat kelahiran dan kematian seimbang atau tetap (stasioner). Biasanya terdapat di negara maju seperti : Singapura, Jepang.

 

 

3. Piramida Penduduk Tua (Constructive)

 

 











Sebagian besar penduduk berada kelompok usia dewasa atau tua.Nah kalau yang ini kebalikanya dari Piramida Penduduk Muda, bentuknya lebih seperti Batu Nisan. Piramida ini menunjukan tingkat kelahiran yang rendah dan tingkat kematian sangat tinggi, jadinya pertumbuhan penduduknya rendah. Contoh negaranya : Jerman, Swiss dan Belgia.
2.6 Rumus Tinkat kematian Kasar,Khusus, dan kelahiran
Rumus Tingkat Kematian Kasar
Angka Kematian Kasar adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian per 1000 penduduk pada pertengahan tahun tertentu (Data Statistik Indonesia-Angka Kematian Kasar-Rumus), disuatu wilayah tertentu. Ada pun rumusnya sebagai berikut :
Rumus: CDR = D/P x K
Dimana :
CDR = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
Umumnya data tersedia adalah ”jumlah penduduk pada satu tahun tertentu” maka jumlah dapat sebagai pembagi. Kalau ada jumlah penduduk dari 2 data dengan tahun berurutan, maka rata-rata kedua data tersebut dapat dianggap sebagai penduduk tengah tahun.



Rumus Tingkat Kematian Khusus
Angka kematian khusus (Age Specific Death Rate/ASDR) yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000 penduduk pada golongan umur tertentu dalam waktu satu tahun. Rumusnya adalah jumlah kematian pada umur tertentu dibagi dengan jumlah penduduk umur tertentu pada pertengahan tahun dan dikalikan dengan konstanta yang biasanya bernilai 1000.
Rumus: ASDRx = Dx/Px x 1000
Dimana :
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
1000 = Konstanta (k)
Rumus Tingkat Kelahiran
  Angka Kelahiran Kasar Angka kelahiran kasar merupakan nilai atau petunjuk untuk mennetukkan jumlah bayi yang ada dan jumlah bayi yang lahir setiap 1.000 penduduk dalam satu tahunnya.Saat perhitungan angka kelahiran kasar selalu menggunakan rumus yang ada dan yang telah ditentukkan. Adapun rumus tersebut sebagai berikut:
Rumus Angka Kelahiran Kasar Pengertian Angka Kelahiran Kasar dan Rumus Perhitungan
Pada dasarnya angka kelahiran kasar juga digolongkan menjadi tiga kategori. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar saat dilakukannya praktik dapat memudahkan penelitian. Adapun golongan tersebut meliputi:
1.      golongan tinggi
2.      golongan sedang
3.      golongan rendah
dalam pengkategorian tersebut juga dibedakan dalam berbagai hal, misalnya saja pada golongan tinggi. Disebut golongan tinggi apabila bayi yang lahir memiliki jumlah lebih dari 30. Sedangkan untuk golongan kedua yaitu golongan sedang di kriteriakan apabila kelahiran antara 20-30.
Dalam hal ini Wardiyatmoko menuturkan bahwa angka kelahiran kasar dalam waktu 2000-2005 kurang lebih sebesar 29. Dibandingkan dengan angka kelahiran yang terjadi di Asia yang ahnya bekisar 25. Selain itu diThailand berjumlah 28, Malaysia 27, dan Singapura 25 maka Indonesia tergolong yang memiliki angka kelahiran kasar yang relatif tinggi.



2.7 Pengertian, Macam-Macam, Proses,dan Akibat

Migrasi merupakan perpindahan penduduk, dalam migrasi memiliki jenis-jenis atau macam-macam migrasi dalam dalam Pengertian Migrasi, Migrasi adalah perpindahanatau gerak penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. perpindahan penduduk selain imigrasi terdapat juga transmigrasi dan urbanisasi. Perpindahan penduduk dari migrasi memiliki berbagai jenis-jenis yang pengertian dan fungsinya berbeda-beda.
            Macam - Macam Migrasi
Pertama , Migrasi Internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :
1.Imigrasi => Masuknya penduduk ke suatu negara
2.Emigrasi => Keluarnya penduduk ke negara lain
3.Remigrasi => Kembalinya penduduk ke negara
Kedua , Migrasi Nasional dibagi menjadi empat , yaitu :
1.Urbanisasi => Dari Desa ke Kota
2.Transmigrasi => Dari Pulau ke Pulau
3.Ruralisasi => Dari Kota ke Desa
4.Evakuasi => Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman
         Proses Migrasi
Dengan adanya wilayah yang memiliki suatu nilai lebih maka banyak orang/ penduduk pun yang akan pergi ke wilayah itu dikarenakan di wilayah ia tinggal sudah tidak ada lagi nilai lebihnya untuk berkelangsungan hidupnya
Proses migrasi pun punya cara yaitu:
1.      Proses migrasi ia menetap di suatu wilayah
2.      migrasi hanya sementara diwilayah itu sewaktu-waktu ia dapat kembali lagi ke wilayah tempat asalnya
3.      Hanya sekedar berlibur diwilayah itu
Berikut ini adalah akibat yang muncul dari migrasi
1.      Akan terjadi pertikaian didalam suatu kota yang banyaknya imigrasi dikarenakan banyaknya orang yang bersuku tidak sama, perbedaan sosial budaya, pola pikiran yang tidak sepaham, adab tutur kata yang tidak sama, dan memandang suatu nilai orang
2.      Akan cepatnya terjadi bencana alam, karena apabila imigran datang tentu saja mereka mencari tempat tinggal, maka lahan penghijauan pun menjadi sasaran untuk dibuatnya perumahan sehingga untuk resapan air pun berkurang sehingga akan terjadi bencana alam banjir dan juga wabah penyakit
3.      Kesehatan menjadi harga yang lebih mahal di dalam kota migrasi karena, makin banyak imigran yang datang dengan membawa alat kendaraannya dan juga elektronik yang mempunyai radiasi dan polusi pun dimana-mana
4.      Area perkuburan yang makin sempit dikarenakan lahan yang letaknya seharusnya menjadi area pemakaman justru dibuat mall, jalan raya besar, dan juga fasilitas prasarana lainnya
5.      Lahan pekerjaan yang sempit karena banyaknya orang yang mau menetap di kota migrasi dengan mencari uang tetapi sudah banyaknya lahan pekerjaan yang diambil orang dan juga peluang bisnis yang area penjualannya sangat sempit

2.8 Kebudayaan dan Kepribadian
Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
v  Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam Kapak genggam semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini tidak kita temukan di daerah Asia Tenggara
v  Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/melebur logam dari biji besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat alat-alat lain yang mereka perlukan,
Ciri – ciri zaman batu muda :
1.  Mulai menetap dan membuat rumah
2.  Membentuk kelompok masyarakat desa
3.  Bertani
4.  Berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup       
            Bangsa-bangsa Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan Dongson berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan perunggu.



Kebudayaan Hindu, Bhuda dan Islam - Kebudayaan Hindu & Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama hindu mulai masuk ke Indonesia di Pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan. Sekitar abad ke 5 ajaran Budha masuk ke indonesia, khususnya ke Pulau Jawa.
Beberapa pendapat/hipotesa yaitu antara lain :
Ø  Ksatria, diutarakan oleh Prof. Dr. Ir. J. L. Moens
berpendapat bahwa yang membawa agama Hindu ke Indonesia adalah kaum ksatria atau golongan prajurit, karena adanya kekacauan politik/peperangan di India abad 4 - 5 M, maka prajurit yang kalah perang terdesak dan menyingkir ke Indonesia, bahkan diduga mendirikan kerajaan di Indonesia.
Ø  Hipotesis Waisya, diutarakan oleh Dr. N. J. Krom,
berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum pedagang yang datang untuk berdagang ke Indonesia, bahkan diduga ada yang menetap karena menikah dengan orang Indonesia. Hipotesis Brahmana, diutarakan oleh J. C. Vanleur berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana karena hanyalah kaum Brahmana yang berhak mempelajari dan mengerti isi kitab suci Weda. Kedatangan Kaum Brahmana tersebut diduga karena undangan Penguasa/Kepala Suku di Indonesia atau sengaja datang untuk menyebarkan agama Hindu ke Indonesia.

d.   Kebudayaan Islam
Abad ke 15 dan 16 agama islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemukapemuka islam yang disebut Walisongo. Titik penyebaran agama Islam pada abad itu terletak di Pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebelum abad ke 11 sudah ada wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia berlangsung secara damai. Hal ini di karena masuknya Islam ke Indonesia tidak secara paksa. Melainkan dengan cara baik-baik, di samping itu disebabkan sikap toleransi yang dimiliki bangsa kita.
Abad ke 15 ketika kejayaan maritim Majapahit mulai surut, berkembanglah negaranegara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan kewibawaan Majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara-negara yang dimaksud adalah Negara Malaka di Semenanjung Malaka, Negara Aceh di ujung Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat, Negara Demak di Pesisir Utara Jawa Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan.
Dalam proses perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang kaya dan golongan bangsawan kota- kota pelabuhan, nampaknya telah terpengaruh dan menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk. Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Timur, Sumatera Barat, dan Pesisir Kalimantan.
e.   Kebudayaan Barat
Budaya Barat (kadang-kadang disamakan dengan peradaban Baratatau peradaban Eropa), mengacu pada budaya yang berasal Eropa.
Istilah “budaya Barat” digunakan sangat luas untuk merujuk pada warisan norma-norma sosial, nilai-nilai etika, adat istiadat, keyakinan agama, sistem politik, artefak budaya khusus, serta teknologi. Secara spesifik, istilah budaya Barat dapat ditujukan terhadap:
v  Pengaruh budaya Klasik dan Renaisans Yunani-Romawi dalam hal seni,
filsafat, sastra, dan tema hukum dan tradisi, dampak sosial budaya dari periode migrasi dan warisan budaya Keltik, Jermanik, Romanik, Slavik, dan kelompok etnis lainnya, serta dalam hal tradisi rasionalisme dalam berbagai bidang kehidupan yang dikembangkan oleh filosofi Helenistik, skolastisisme, humanisme, revolusi ilmiah dan pencerahan, dan termasuk pula pemikiran politik, argumen rasional umum yang mendukung kebebasan berpikir, hak asasi manusia, kesetaraan dan nilai-nilai demokrasi yang menentang irasionalitas dan teokrasi.
v  Pengaruh budaya Alkitab-Kristiani dalam hal pemikiran rohani, adat dan dalam tradisi etika atau moral, selama masa Pasca Klasik
v  Pengaruh budaya Eropa Barat dalam hal seni, musik, cerita rakyat, etika dan tradisi lisan, dengan tema-tema yang dikembangkan lebih lanjut selama masa Romantisisme
            Konsep budaya Barat umumnya terkait dengan definisi klasik dari Dunia Barat. Dalam definisi ini, kebudayaan Barat adalah himpunan sastra, sains, politik, serta prinsip-prinsip artistik dan filosofi yang membedakannya dari peradaban lain. Sebagian besar rangkaian tradisi dan pengetahuan tersebut umumnya telah dikumpulkan dalam kanon Barat. Istilah ini juga telah dihubungkan dengan negara-negara yang sejarahnya amat dipengaruhi oleh imigrasi atau kolonisasi orang-orang Eropa, misalnya seperti negara-negara di benua Amerika dan Australasia, dan tidak terbatas hanya oleh imigran dari Eropa Barat. Eropa Tengah juga dianggap sebagai penyumbang unsur-unsur asli dari kebudayaan Barat.
Beberapa kecenderungan yang dianggap mendefinisikan masyarakat Barat moderen, antara lain dengan adanya pluralisme politik, berbagai subkultur atau budaya tandingan penting (seperti gerakan-gerakan Zaman Baru), serta
peningkatan sinkretisme budaya sebagai akibat dari globalisasi dan migrasi manusia.























BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Jadi kesimpulan yang dapat kita ambil dari makalah ini adalah ilmu sosial dasar merupakan pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, sedangkan ilmu pengetahuan sosial adalah ilmu yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya.
Lalu ruang lingkup ilmu sosial dasar terbagi menjadi tiga bagian, yaitu; kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial, dan membahas masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.
            Berdasarkan Data kependudukan Kota Bekasi yang tertera pada bagian pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah penduduk di kota bekasi setiap tahunnya mengalami peningkatan meskipun tidak dalam jumlah yang signifikan, yang berarti jumlah kelahiran lebih tinggi daripada jumlah kematian.
3.2 Saran
Menyadari keterbatasan penulis terkait waktu, tempat dan mobilisasi, maka informasi dalam makalah ini hanya berfokus pada Ilmu sosial dasar yang di lengkapi dengan pembahasan-pembahasan lainnya.
            Bagi pembaca, diharapkan makalah ini kedepannya dapat menjadi referensi untuk penulisan dengan topik dan pembahasan yang serupa dan dengan informasi yang lebih lengkap untuk mendukung penulisan bertopik Ilmu Sosial Dasar yang lebih memadai.
Demikianlah makalah yang penulis buat ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca. Mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas, dimengerti, dan lugas. semoga dapat diterima di hati dan terima kasih.

3.3 DAFTAR PUSTAKA

Comments