MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR
DEMOGRAFI PENDUDUK KECAMATAN JATISAMPURNA KABUPATEN JATISAMPURNA KOTA BEKASI PROVINSI JAWA BARAT
Disusun
oleh
Gerald
Abner L
52418886

TEKNIK
INFORMATIKA
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2018
KATA PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan
lindungan-Nya penulis mampu menyelesaikan makalah yang berjudul “Demografi Penduduk
Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi ” dengan tepat waktu.
Penyusunan
makalah ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu
Sosial Dasar. Diharapkan melalui penyusunan tugas ini, tugas tersebut dapat terpenuhi, dan penulis dapat lebih
memahami materi yang selama ini telah dipelajari dengan mempraktekkan dan mewujudnyatakan materi-materi tersebut dalam
suatu karya nyata yaitu dengan terselesaikannya penyusunan tugas ini.
Kiranya
dengan terselesaikannya penyusunan tugas ini, dapat memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial
Dasar, dan dapat memberikan manfaat kepada para pembacanya, serta dapat
memberikan inspirasi bagi penulis yang lain.
Depok,
23 Oktober 2018
Gerald
Abner Lintuuran
DAFTAR ISI
Kata Pengantar 1
Daftar Isi 2
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 3
1.2 Rumusan Masalah 4
1.3 Tujuan Penulisan 4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Ilmu Sosial Dasar.
2.2 Perbedaan
dan Persamaan Ilmu sosial Dasar dengan Ilmu
Pengetahuan Sosial
Pengetahuan Sosial
2.3
Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar
2.4 Pertumbuhan Penduduk
2.5 Penjelasan Piramida Penduduk
2.6 Rumus Tinkat kematian
Kasar,Khusus, dan kelahiran
2.7 Pengertian, Macam-Macam,
Proses,dan Akibat
2.8 Kebudayaan dan Kepribadian
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
3.3
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kata demografi berasal dari kata bahasa Yunani,
“Demos” yang berarti adalah rakyat atau penduduk dan graphien yang berarti
menggambar atau menulis. Oleh karena itu, demografi dapat diartikan sebagai tulisan atau gambaran
tentang penduduk , terutama tentang kelahiran, perkawinan, kematian dan migrasi. Demografi
meliputi studi ilmiah tentang jumlah, persebaran geografis, komposisi penduduk,
serta bagaimana faktor faktor ini berubah dari waktu kewaktu. Istilah ini
pertama kali dikemukakan oleh Archille Guillard.
Pertumbuhan
penduduk yang meningkat berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahteraan
masyarakat. Pengetahuan tentang aspek-aspek dan komponen demografi seperti
fertilitas, mortalitas, morbiditas, migrasi, ketenagakerjaan, perkawinan, dan
aspek keluarga dan rumah tangga akan membantu para penentu kebijakan dan
perencana program untuk dapat mengembangkan program pembangunan kependudukan
dan peningkatan ksesejahteraan masyarakat yang tepat pada sasarannya.
Masalah
utama yang dihadapi di bidang kependudukan di Indonesia adalah masih tingginya
pertumbuhan penduduk dan kurang seimbangnya penyebaran dan struktur umur penduduk. Program kependudukan dan
keluarga berencana bertujuan turut serta menciptakan kesejahteraan ekonomi dan
sosial bagi seluruh masyarakat melalui usaha-usaha perencanaan dan pengendalian
penduduk. Dengan demikian diharapkan tercapai keseimbangan yang baik antara
jumlah dan kecepatan pertambahan penduduk dengan perkembangan produksi dan
jasa.
1.2 Rumusan Masalah
A. Apa pengertian dari ilmu sosial
dasar?
B. Apa tujuan dari ilmu sosial
dasar?
C. Apa saja
perkembangan terutama pada aspek ekonomi pada penduduk di kecamatan Jatisampurna kabupaten Jatisampurna provinsi Jawa Barat?
1.3 Tujuan Penulisan
A. Mengerti dan memahami pengertian dari ilmu sosial
dasar.
B. Mengerti dan memahami tujuan dari
ilmu sosial dasar.
C.
Mengerti dan memahami perkembangan terutama pada aspek ekonomi pada penduduk di
kecamatan Jatisampurna kabupaten Jatisampurna provinsi Jawa barat.
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Ilmu
Sosial Dasar
Ilmu sosial dasar adalah pengetahuan yang
membahas masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat
Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang
berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu
sosial seperti : sejarah, ekonomi, geografi, sosial, sosiologi, antropologi,
psikologi sosial.
Secara umum dapat dikatakan ilmu sosial dan budaya dasar merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah sosial manusia dan kebudayaan. Istilah ISBD dikembangkan pertama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari
Secara umum dapat dikatakan ilmu sosial dan budaya dasar merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah sosial manusia dan kebudayaan. Istilah ISBD dikembangkan pertama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari
ilmu yaitu the humanities disamping tidak
meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
2.2 Perbedaan dan Persamaan Ilmu sosial Dasar dengan
Ilmu
Pengetahuan Sosial
Pengetahuan Sosial
Ilmu sosial dasar adalah ilmu yang didasari berdasarkan suatu nilai
dalam berkependudukan yang bertempat di suatu Negara. Bisa dengan cara menilai,
menyimpulkan, dan juga menganalasis suatu permasalahan yang ada di sekitarnya,
menggunakan suatu nilai yang terpenting dalam ilmu sosial dasar. Nilai
penting dalam ilmu sosial dasar yaitu fakta, konsep, dan teori, semua nilai
tersebut diambil dari sejarah, ekonomi, geografi sosial,sosiologi, antropologi,
psykologi sosial.sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial lebih diartikan dengan “penelaahan atau kajian tentang
masyarakat”. Ilmu Pengetahuan Sosial itu sendiri mempunyai arti ilmu yang
mempelajari tentang hubungan social di dalam bermasyarakat. Ilmu Pengetahuan
Sosial juga mengajarkan kita dalam berinteraksi yang baik dengan masyarakat
sekitar. Misalnya, kita harus menghormati orang yang lebih tua, berbicara
dengan bahasa yang baik dan benar, dan bersikap sopan santun.
2.3. Ruang Linkup Ilmu Sosial Dasar
Materi
Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Untuk dapat memecahkan
masalah-masalah sosial, hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengindentifikasi
kenyataan-kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu.
Sehingga dengan demikian bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan atas
tiga golongan yaitu :
1.
Kenyataan-kenyataan
sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.
2.
Konsep-konsep
sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi
pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari
masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial.
3.
Masalah-masalah
sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai
kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan lainnya saling berkaitan.
sering kali terjadi saat ada suatu krisis masyarakat,
dan suatu krisis terjadi karena
banyak orang merasa tidak puas karena mereka melihat kekurangan-kekurangan yang
ada di sekelilingnya.
2.4 Pertumbuhan Penduduk
BPS Pertumbuhan Penduduk Kota Bekasi
2011:
2,453,328 2015: 2,733,240
2012:
2,523,032 2016: 2,803,283
2013:
2,592,819 2017: 2,873,484
2014:
2,663,011 2018: 2,943,859
Pertumbuhan
Penduduk Dunia
2.5 Penjelasan
Piramida Penduduk
1. Piramida
Penduduk Muda (Expansive)
![]() |
Digambarkan seperti Limas. Pemahamanya mudah,
jadi di suatu daerah terdapat angka kelahiran yang tinggi dan angka kematian
yang rendah yang menyebabkan penduduk yang berumur muda banyak. Biasanya terdapat
di negara berkembang seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, India.
2. Piramida Penduduk
Stasioner (Granat)

Piramida Stasioner itu merata, sehingga ada yang menyebutnya
sebagai bentuk granat. Pada piramida ini tingkat kelahiran dan kematian
seimbang atau tetap (stasioner). Biasanya terdapat di negara maju seperti : Singapura,
Jepang.
3. Piramida Penduduk Tua
(Constructive)

Sebagian besar penduduk berada kelompok usia dewasa atau
tua.Nah kalau yang ini kebalikanya dari Piramida Penduduk Muda, bentuknya lebih seperti Batu Nisan. Piramida ini
menunjukan tingkat kelahiran yang rendah dan tingkat kematian sangat tinggi,
jadinya pertumbuhan penduduknya rendah. Contoh negaranya : Jerman, Swiss dan Belgia.
2.6 Rumus Tinkat kematian Kasar,Khusus,
dan kelahiran
Rumus Tingkat Kematian Kasar
Angka Kematian Kasar adalah angka yang menunjukkan
banyaknya kematian per 1000 penduduk pada pertengahan tahun tertentu (Data
Statistik Indonesia-Angka Kematian Kasar-Rumus), disuatu wilayah tertentu. Ada
pun rumusnya sebagai berikut :
Rumus: CDR = D/P x K
Dimana :
CDR = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
CDR = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
Umumnya data tersedia adalah ”jumlah penduduk pada
satu tahun tertentu” maka jumlah dapat sebagai pembagi. Kalau ada jumlah
penduduk dari 2 data dengan tahun berurutan, maka rata-rata kedua data tersebut
dapat dianggap sebagai penduduk tengah tahun.
Rumus Tingkat Kematian Khusus
Angka kematian khusus (Age Specific Death
Rate/ASDR) yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000
penduduk pada golongan umur tertentu dalam waktu satu tahun. Rumusnya adalah
jumlah kematian pada umur tertentu dibagi dengan jumlah penduduk umur tertentu
pada pertengahan tahun dan dikalikan dengan konstanta yang biasanya bernilai
1000.
Rumus: ASDRx = Dx/Px x 1000
Dimana :
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
1000 = Konstanta (k)
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
1000 = Konstanta (k)
Rumus Tingkat Kelahiran
Angka Kelahiran
Kasar ~ Angka
kelahiran kasar merupakan nilai atau petunjuk untuk mennetukkan jumlah bayi yang
ada dan jumlah bayi yang lahir setiap 1.000 penduduk dalam satu tahunnya.Saat
perhitungan angka kelahiran kasar selalu menggunakan rumus yang ada dan yang
telah ditentukkan. Adapun rumus tersebut sebagai berikut:

Pada dasarnya angka kelahiran kasar juga digolongkan menjadi tiga
kategori. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar saat dilakukannya praktik
dapat memudahkan penelitian. Adapun golongan tersebut meliputi:
1.
golongan tinggi
2.
golongan sedang
3.
golongan rendah
dalam pengkategorian tersebut juga dibedakan dalam berbagai hal,
misalnya saja pada golongan tinggi. Disebut golongan tinggi apabila bayi yang
lahir memiliki jumlah lebih dari 30. Sedangkan untuk golongan kedua yaitu
golongan sedang di kriteriakan apabila kelahiran antara 20-30.
Dalam hal ini Wardiyatmoko menuturkan bahwa angka kelahiran kasar dalam
waktu 2000-2005 kurang lebih sebesar 29. Dibandingkan dengan angka kelahiran
yang terjadi di Asia yang ahnya bekisar 25. Selain itu diThailand berjumlah 28,
Malaysia 27, dan Singapura 25 maka Indonesia tergolong yang memiliki angka
kelahiran kasar yang relatif tinggi.
2.7 Pengertian, Macam-Macam,
Proses,dan Akibat
Migrasi
merupakan perpindahan penduduk, dalam migrasi memiliki jenis-jenis atau
macam-macam migrasi dalam dalam Pengertian Migrasi, Migrasi adalah
perpindahanatau gerak penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. perpindahan
penduduk selain imigrasi terdapat juga transmigrasi dan urbanisasi. Perpindahan
penduduk dari migrasi memiliki berbagai jenis-jenis yang pengertian dan
fungsinya berbeda-beda.
Macam
- Macam Migrasi
Pertama ,
Migrasi Internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :
1.Imigrasi => Masuknya penduduk ke
suatu negara
2.Emigrasi => Keluarnya penduduk ke
negara lain
3.Remigrasi => Kembalinya penduduk ke
negara
Kedua ,
Migrasi Nasional dibagi menjadi empat , yaitu :
1.Urbanisasi => Dari Desa ke Kota
2.Transmigrasi => Dari Pulau ke Pulau
3.Ruralisasi => Dari Kota ke Desa
4.Evakuasi => Dari tempat yang tidak
aman ke tempat yang aman
Proses Migrasi
Dengan
adanya wilayah yang memiliki suatu nilai lebih maka banyak orang/ penduduk pun
yang akan pergi ke wilayah itu dikarenakan di wilayah ia tinggal sudah tidak
ada lagi nilai lebihnya untuk berkelangsungan hidupnya
Proses
migrasi pun punya cara yaitu:
1.
Proses migrasi ia menetap
di suatu wilayah
2. migrasi
hanya sementara diwilayah itu sewaktu-waktu ia dapat kembali lagi ke wilayah
tempat asalnya
3.
Hanya sekedar berlibur
diwilayah itu
Berikut
ini adalah akibat yang muncul dari migrasi
1.
Akan terjadi pertikaian
didalam suatu kota yang banyaknya imigrasi dikarenakan banyaknya orang yang
bersuku tidak sama, perbedaan sosial budaya, pola pikiran yang tidak sepaham,
adab tutur kata yang tidak sama, dan memandang suatu nilai orang
2. Akan
cepatnya terjadi bencana alam, karena apabila imigran datang tentu saja mereka
mencari tempat tinggal, maka lahan penghijauan pun menjadi sasaran untuk
dibuatnya perumahan sehingga untuk resapan air pun berkurang sehingga akan terjadi
bencana alam banjir dan juga wabah penyakit
3. Kesehatan
menjadi harga yang lebih mahal di dalam kota migrasi karena, makin banyak
imigran yang datang dengan membawa alat kendaraannya dan juga elektronik yang
mempunyai radiasi dan polusi pun dimana-mana
4. Area
perkuburan yang makin sempit dikarenakan lahan yang letaknya seharusnya menjadi
area pemakaman justru dibuat mall, jalan raya besar, dan juga fasilitas
prasarana lainnya
5. Lahan
pekerjaan yang sempit karena banyaknya orang yang mau menetap di kota migrasi
dengan mencari uang tetapi sudah banyaknya lahan pekerjaan yang diambil orang
dan juga peluang bisnis yang area penjualannya sangat sempit
2.8 Kebudayaan dan
Kepribadian
Pertumbuhan dan Perkembangan
Kebudayaan di Indonesia
v Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk
ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam Kapak genggam
semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai
Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini tidak kita temukan di daerah Asia
Tenggara
v Zaman Batu Muda
(Neolithikum)
Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki
kepandaian untuk mencairkan/melebur logam dari biji besi dan menuangkan ke
dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka mampu membuat
senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat alat-alat
lain yang mereka perlukan,
Ciri – ciri
zaman batu muda :
1. Mulai
menetap dan membuat rumah
2. Membentuk
kelompok masyarakat desa
3. Bertani
4.
Berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup
Bangsa-bangsa
Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu membawa
kebudayaan Dongson, dan menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan Dongson
berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan
perunggu.
Kebudayaan Hindu, Bhuda dan Islam - Kebudayaan Hindu
& Budha
Pada
abad ke-3 dan ke-4 agama hindu mulai masuk ke Indonesia di Pulau Jawa.
Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan. Sekitar
abad ke 5 ajaran Budha masuk ke indonesia, khususnya ke Pulau Jawa.
Beberapa
pendapat/hipotesa yaitu antara lain :
Ø Ksatria, diutarakan oleh
Prof. Dr. Ir. J. L. Moens
berpendapat
bahwa yang membawa agama Hindu ke Indonesia adalah kaum ksatria atau golongan
prajurit, karena adanya kekacauan politik/peperangan di India abad 4 - 5 M,
maka prajurit yang kalah perang terdesak dan menyingkir ke Indonesia, bahkan
diduga mendirikan kerajaan di Indonesia.
Ø Hipotesis Waisya, diutarakan
oleh Dr. N. J. Krom,
berpendapat
bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum pedagang yang datang
untuk berdagang ke Indonesia, bahkan diduga ada yang menetap karena menikah
dengan orang Indonesia. Hipotesis Brahmana, diutarakan oleh J. C. Vanleur
berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana
karena hanyalah kaum Brahmana yang berhak mempelajari dan mengerti isi kitab
suci Weda. Kedatangan Kaum Brahmana tersebut diduga karena undangan
Penguasa/Kepala Suku di Indonesia atau sengaja datang untuk menyebarkan agama
Hindu ke Indonesia.
d. Kebudayaan Islam
Abad
ke 15 dan 16 agama islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para
pemukapemuka islam yang disebut Walisongo. Titik penyebaran agama Islam pada
abad itu terletak di Pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia,
khususnya di Pulau Jawa sebelum abad ke 11 sudah ada wanita islam yang
meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia
berlangsung secara damai. Hal ini di karena masuknya Islam ke Indonesia tidak
secara paksa. Melainkan dengan cara baik-baik, di samping itu disebabkan sikap
toleransi yang dimiliki bangsa kita.
Abad
ke 15 ketika kejayaan maritim Majapahit mulai surut, berkembanglah negaranegara
pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan kewibawaan Majapahit yang berpusat
pemerintahan di pedalaman. Negara-negara yang dimaksud adalah Negara Malaka di
Semenanjung Malaka, Negara Aceh di ujung Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat,
Negara Demak di Pesisir Utara Jawa Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan.
Dalam
proses perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang.
Pedagang kaya dan golongan bangsawan kota- kota pelabuhan, nampaknya telah
terpengaruh dan menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh
kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan
penduduk. Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan,
Sumatera Timur, Sumatera Barat, dan Pesisir Kalimantan.
e. Kebudayaan Barat
Budaya
Barat (kadang-kadang disamakan dengan peradaban Baratatau peradaban
Eropa), mengacu pada budaya yang berasal Eropa.
Istilah
“budaya Barat” digunakan sangat luas untuk merujuk pada warisan norma-norma
sosial, nilai-nilai etika, adat istiadat, keyakinan agama, sistem politik,
artefak budaya khusus, serta teknologi. Secara spesifik, istilah budaya Barat
dapat ditujukan terhadap:
v Pengaruh
budaya Klasik dan Renaisans Yunani-Romawi dalam hal seni,
filsafat,
sastra, dan tema hukum dan tradisi, dampak sosial budaya dari periode migrasi
dan warisan budaya Keltik, Jermanik, Romanik, Slavik, dan kelompok etnis
lainnya, serta dalam hal tradisi rasionalisme dalam berbagai bidang kehidupan
yang dikembangkan oleh filosofi Helenistik, skolastisisme, humanisme, revolusi
ilmiah dan pencerahan, dan termasuk pula pemikiran politik, argumen rasional
umum yang mendukung kebebasan berpikir, hak asasi manusia, kesetaraan dan nilai-nilai
demokrasi yang menentang irasionalitas dan teokrasi.
v Pengaruh
budaya Alkitab-Kristiani dalam hal pemikiran rohani, adat dan dalam tradisi
etika atau moral, selama masa Pasca Klasik
v Pengaruh
budaya Eropa Barat dalam hal seni, musik, cerita rakyat, etika dan tradisi
lisan, dengan tema-tema yang dikembangkan lebih lanjut selama masa Romantisisme
Konsep budaya Barat umumnya terkait
dengan definisi klasik dari Dunia Barat. Dalam definisi ini, kebudayaan Barat
adalah himpunan sastra, sains, politik, serta prinsip-prinsip artistik dan
filosofi yang membedakannya dari peradaban lain. Sebagian besar rangkaian
tradisi dan pengetahuan tersebut umumnya telah dikumpulkan dalam kanon Barat.
Istilah ini juga telah dihubungkan dengan negara-negara yang sejarahnya amat
dipengaruhi oleh imigrasi atau kolonisasi orang-orang Eropa, misalnya seperti
negara-negara di benua Amerika dan Australasia, dan tidak terbatas hanya oleh
imigran dari Eropa Barat. Eropa Tengah juga dianggap sebagai penyumbang
unsur-unsur asli dari kebudayaan Barat.
Beberapa
kecenderungan yang dianggap mendefinisikan masyarakat Barat moderen, antara
lain dengan adanya pluralisme politik, berbagai subkultur atau budaya tandingan
penting (seperti gerakan-gerakan Zaman Baru), serta
peningkatan
sinkretisme budaya sebagai akibat dari globalisasi dan migrasi manusia.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jadi kesimpulan yang dapat kita ambil dari makalah ini adalah ilmu sosial dasar merupakan pengetahuan yang menelaah
masalah-masalah sosial, sedangkan ilmu pengetahuan sosial adalah
ilmu yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan
lingkungan sosialnya.
Lalu ruang lingkup ilmu sosial dasar terbagi menjadi tiga bagian, yaitu; kenyataan
sosial yang ada dalam masyarakat, konsep-konsep sosial atau
pengertian-pengertian tentang kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar yang
sangat diperlukan untuk mempelajari masalah yang dibahas dalam ilmu pengetahuan
sosial, dan membahas
masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.
Berdasarkan Data kependudukan Kota Bekasi yang tertera pada bagian pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah penduduk di kota bekasi setiap tahunnya mengalami peningkatan meskipun tidak dalam jumlah yang signifikan, yang berarti jumlah kelahiran lebih tinggi daripada jumlah kematian.
Berdasarkan Data kependudukan Kota Bekasi yang tertera pada bagian pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah penduduk di kota bekasi setiap tahunnya mengalami peningkatan meskipun tidak dalam jumlah yang signifikan, yang berarti jumlah kelahiran lebih tinggi daripada jumlah kematian.
3.2
Saran
Menyadari
keterbatasan penulis terkait waktu, tempat dan mobilisasi, maka informasi dalam
makalah ini hanya berfokus pada Ilmu sosial dasar yang di lengkapi dengan
pembahasan-pembahasan lainnya.
Bagi pembaca, diharapkan makalah ini
kedepannya dapat menjadi referensi untuk penulisan dengan topik dan pembahasan
yang serupa dan dengan informasi yang lebih lengkap untuk mendukung penulisan
bertopik Ilmu Sosial Dasar yang lebih memadai.
Demikianlah
makalah yang penulis buat
ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca. Mohon maaf apabila ada
kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas, dimengerti,
dan lugas. semoga
dapat diterima di hati dan terima kasih.
3.3 DAFTAR PUSTAKA
https://mfajararistya.wordpress.com/2012/10/07/pertumbuhan-dan-perkembangan-kebudayaan-di-indonesia/

Comments
Post a Comment